Diam itu Emas

Menjelang usia 40 tahun ini, saya juga semakin menyadari betapa ungkapan "DIAM ITU EMAS" benar adanya.

Karena itu, belakangan, saya berusaha untuk memilih diam ketimbang berkata-kata.


Di dunia maya, usaha ini jauh lebih mudah. Saya kerap sudah menuliskan status di FB, atau cuitan di Twitter, atau caption di Instagram, atau chat di Whatsapp pribadi maupun group, tapi kemudian saya batalkan. Kadang saya juga sudah menuliskan komentar atau jawaban, lalu saya batalkan untuk di-submit. Padahal tak jarang, saya bermaksud baik dengan apa yang saya tuliskan. Tapi saya memilih berpikir panjang, lalu mengurungkannya.

Di dunia nyata, usaha ini agak sedikit lebih sulit dijalani. Mulut ini kadang refleks berujar, menjawab, membalas ucapan. Tak jarang, rasa sesal timbul kemudian.